Tahun 2019, Kasus Stunting Di Surabaya Turun Seribu Anak

Kesehatan  SABTU, 21 DESEMBER 2019 , 14:51:00 WIB | LAPORAN: ARIF TJAHJONO

Tahun 2019, Kasus Stunting Di Surabaya Turun Seribu Anak

Kegiatan percepatan pencegahan anak kerdil (Stunting) di Surabaya/RMOLJatim

RMOLJatim. Hingga saat ini jumlah anak di Kota Surabaya dalam kondisi stunting di tahun 2019 sekitar 15 ribu. Jumlah tersebut menurun, dibanding tahun 2018 yang mencapai 16 ribu anak.

"Penyebabnya itu kekurangan gizi kronis, kemudian disertai penyakit lainnya. Pada saat masih bayi, bila ukuran kurang dari 47 centimeter, kita harus curiga, dan segera didampaingi agar tidak menjadi stunting,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya, Febria Rahmanita dikutip Kantor Berita RMOLJatim saat penyelenggaraan kegiatan komitmen bersama percepatan pencegahan anak kerdil (Stunting) di Balai Pemuda, Jum'at (20/12).

Febria mengatakan, untuk mencegah anak stunting dimulai di masa 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

Pasalnya, masa tersebut merupakan masa kritis, dimana anak balita membutuhkan gizi dan perilaku hidup sehat lingkungan sekitar.

Namun, sebelumnya bagi calon pengantin mendapatkan pendampingan dari puskesmas, hinggga mendapatkan sertifikat layak nikah.


Komentar Pembaca

The ads will close in 10 Seconds